Perilaku
Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Secara Kredit
Emilya
Putri
12210362
– 3EA06
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gunadarma
Email: emilia_putry26@yahoo.co.id
1.Abstrak
Seiring
dengan dengan kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi.Yaitu bahwa kebutuhan
akan motor dan mobil yang semakin meningkat. Pada satu sisi hal ini akan
mengakibatkan terjadinya persaingan harga dari setiap produsen motor akan
tetapi persaingan tesebut tidak sebanding dengan tingkat pendapatan konsumen
atau yang biasa disebut dengan daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang
namanya sebuah pembelian yang dapat dilakukan secara kredit.
Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah
suatu fasilitas kredit yang memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan
bermotor atau barang elektronik yang mereka inginkan.
2.Pendahuluan
2.1.Latar belakang masalah
Seiring dengan bertambahanya kebutuhan
masyarakat akan alat transportasi pribadi. Terutama pada alat transportasi
motor yang semakin meningkat.inilah data yang didapatkan pada tahun 2010
dimana, Motor Kencana Indonesia (YMKI) menorehkan peningkatan penjualan tahun
2010. Sampai dengan bulan Desember 2010, produk motor Yamaha sudah terjual
hampir 3 juta unit. Catatan peningkatan penjualan ini dilakukan dari bulan
Januari sampai November 2010. Dari data penjualan dari YMKI, sampai saat ini
motor yang sudah terjual berjumlah 3.078.272 unit. Ini artinya ada peningkatan
penjualan mencapai 28,27 persen dari penjualan Yamaha pada periode yang sama
pada tahun lalu yang hanya membukukan penjualan 2.400.095 unit motor.
2.2.Batasan
Masalah
Dalam hal ini masalah yang diangkat oleh
penulis ini ada dua hal yaitu:
1.Apa yang menjadi alasan bagi konsumen dalam
membeli motor secara kredit
2.Apa kelebihan dan kekurangan dalam membeli
motor secara kredit
2.3.Tujuan
Penulisan
Berdasarkan masalah yang diangkat oleh penulis
dalam riset ini, maka tujuan dari dilakukannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menjadi alasan konsumen
dalam melakukan pembelian motor secara kredit.
3.Tinjauan
Pustaka
3.1.Pengertian
perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhi
Menurut Engel, Blackwell dan
Miniard (1990), Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat
secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan
– tindakan tersebut.
Perilaku konsumen menitikberatkan
pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku
konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan,
pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Berdasarkan beberapa definisi di
atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan
proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau
jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.
Faktor yang mempengaruhi keputusan
konsumen dalam membeli suatu produk adalah:
a.Faktor Sosial
-Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil.
- Family
Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian
- Roles and
Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan,
organisasi.
b.Faktor Personal
-Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk.
- Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan
opini orang tersebut.
-Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada
kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri.
- Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus
kehidupannya.
-Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang
dibeli.
c.Faktor Psychological
-Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk
mencari kepuasan dari kebutuhan.
-Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih,
mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran
yang berarti dari dunia.
-Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang
dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin
didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman
sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi
bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku
masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
- Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang
mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan
iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi,
perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari
seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
d.Faktor Cultural
- Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan
persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah.
- Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat,
dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja
misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan,
kekayaan, dan lainnya.
3.2.pengertian kredit
Berdasarkan Pasal 1 (11) UU NO.10/1998.Kredit
adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan
pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah
jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
Menurut THOMAS SUYATNO, 1998.Kredit ialah
penyediaan uang, atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu
berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dan lain pihak dalam hal,
pihak peminjam berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam beserta
bunganya sesuai dengan kesepakatan kredit merupakan saat dimana seseorang
memberikan jasa atau komoditas atas "janji untuk membayar", bukan
pembayaran yang sesungguhnya.
3.3.
Syarat dan Proses Kredit Motor
Syarat Pengajuan
Kredit
- Kredit Perorangan
Syarat pengajuan kredit perorangan adalah:
- Fotocopy KTP pemohon & suami /
istri / penjamin
- Fotocopy kartu keluarga
- Data lain (hanya jika diperlukan)
- Kredit Perusahaan
Syarat pengajuan kredit perusahaan
adalah:
- Fotocopy akte pendirian &
perubahannya
- Fotocopy pengesahan kehakiman
- Fotocopy SIUP, NPWP, SITU / Domisili
-
Fotocopy KTP direksi & komisaris
Proses Kredit Motor
Berikut adalah proses kredit motor Honda melalui kami:
1. Anda menghubungi sales kami atau sales kami menghubungi anda
melalui nomor telp yang anda berikan.
2. Sales kami akan mengkonfirmasi motor pilihan anda, DP dan angsuran
yang anda mau.
3. Sales kami akan mengkonfirmasi waktu dan tempat untuk pelaksanaan
survey dari pihak leasing.
4. Surveyor kredit dari pihak leasing akan mendatangi anda untuk
proses survey.
5. Pada saat anda disurvey, anda akan mengisi berkas kredit. Disini
juga adalah kesempatan anda bertanya cara pembayaran angsuran. Tidak ada
pembayaran apapun saat survey.
6. Surveyor akan memberi kami hasil survey dalam jangka waktu
1-2 hari setelah survey.
7. Untuk unit yang ready stock, barang dapat dikirim dalam
1-2 hari setelah kami mendapat ACC dari leasing. Apabila alamat anda tinggal
sekarang berbeda dengan alamat anda di KTP (contoh: kontrak) maka survey akan
dilakukan di alamat anda sekarang.
3.4. Keuntungan
Keuntungan dari pembelian yang dilakukan
secara kredit Cukup dengan
menyediakan uang muka, dengan proses yang cepat, maka Anda dapat segera
memiliki kendaraan tersebut. Pengeluaran dana lebih terencana dengan kepastian jumlah angsuran
bulanan, maka pengeluaran anda tiap bulan akan lebih terencana. Meskipun Anda
telah membeli kendaraan, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan lainnya.
4. Metodelogi
Penelitian
Keputusan
konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat dari
faktor biaya atau besarnya pendapatan konsumen itu sendiri dan bisa juga
terjadi karena faktor pengaruh dari penjual (konsumen) tersebut. Faktor biaya,
faktor inilah yang menjadi faktor utama bagi konsumen untuk melakukan pembelian
secara kredit. Selain itu ada sebagian konsumen yang memang. tergolong memiliki
pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih melakukan
pembelian secara kredit karena ada kebutuhan lain yang harus
dipenuhi. Sehubungan dengan masalah biaya maka kebanyakan konsumen yang melakukan
pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai penghasilan
kelas menengah. Sedangkan pengaruh dari produsen itu sendiri biasanya terjadi pada
saat konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian secara tunai
5. Pembahasan
Alat
transportasi pribadi bukanlah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia.
Tetapi peningkatan kebutuhan setiap individu akan alat transportasi pribadi
terus meningkat karena seiring dengan perkembangan zaman.Namun hal ini tidak
seimbang dengan peningkatan pendapatan masyarakat pada umumnya.
Oleh karena itulah muncul sebuah penawaran program
pembelian kendaraan bermotor yang dapat dilakukan secara kredit.
Dalam hal ini faktor biaya yang terbatas merupakan
salah satu alasan terbesar konsumen dalam membeli kendaraan secara kredit,
dimana masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi konsumen selain membeli
kendaraaan.
Seperti yang kita ketahui sebagaimana
pembelian yang dilakukan secara tunai jauh lebih menguntungkan dan lebih aman
di bandingkan dengan pembelian secara kredit. Namun, apabila anda tidak
mempunyai cukup dana untuk melakukan pembelian secara tunai maka tidak ada
salahnya melakukan pembelian secara kredit. Tetapi, anda harus bias menyesesuaikan
dengan kebutuhan dan pengeluaran Anda per bulannya sebelum mengambil keputusan
ini.
Namun, harus diperhatikan juga mengenai kemungkinan yang
terjadi untuk kedepannya, misalkan kemungkinan terburuk seandainya kepala
keluarga tidak mampu lagi untuk melanjutkan cicilan tersebut, kira-kira siapa
yang akan meneruskan pembayaran cicilan berikutnya. Apabila sudah
dipertimbangkan secara matang maka perhatikan mengenai bunga cicilannya. Agar
besarnya harga yang anda cicil nantinya tidak terlalu jauh lebih mahal dari
harga pembelian. secara tunai, maka sebaiknya pilihlah jangka waktu
kredit paling pendek, maksimal 15 bulan saja.
Untuk mendapatkan kredit motor, pihak leasing akan mencari data
tentang nasabahnya, melihat bagaimana kemampuan nasabahnya membayar . Apabila Anda seorang pengusaha, maka yang
dilihat dari diri pengajuan Anda adalah laporan hasil usaha dan arus kas tiap
bulannya. Bagi karyawan, Pihak leasing akan melihat dari slip gaji, status
karyawan di perusahaan tersebut, dan sudah berapa lama karyawan tersebut telah
bekerja di perusahaannya. Selain itu, pihak leasing juga mensyaratkan uang
muka yang biasanya 10% s/d 15% dari nilai motor. Semakin besar uang muka yang
dibayarkan akan semakin baik. Nah, apabila dari semua syarat-syarat di
atas anda sudah terpenuhi, maka kredit yang anda ajukan relatif lebih mudah untuk
mendapat ACC dari pihak leasing.
6.
Kesimpulan
Jadi pada dasarnya kebutuhan akan alat transportasi pribadi akan
terus mengalami kenaikan. Tetapi hal ini tidak diiringi dengan peningkatan
pendapatan yang dimiliki oleh masyrakat pada umumnya yang mana pendapatannya
hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja.
Dengan terbatasnya dana yang dimiliki oleh
masyarakat,maka munculah program pembelian secara kredit yang ditawarkan oleh
pihak swasta atau pihak leasing.
Keuntungan dalam melakukan pembelian secara
kredit, kita tidak harus memiliki uang dalam jumlah tunai untuk memiliki motor.
Namun, agar tidak memperoleh kerugian yang besar ingat ambilah jangka waktu
kredit paling pendek, agar jumlah total cicilan kita nantinya tidak jauh
berbeda dengan harga bila kita beli secara tunai.
7. Daftar Pustaka
http://www.motodream.net/content/read/sampai-desember-2010-penjualan-motor-yamaha-naik-2827-persen/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html