Sabtu, 26 Januari 2013

Perilaku Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Secara Kredit


Perilaku Konsumen Dalam Membeli Kendaraan Bermotor Secara Kredit
                      
Emilya Putri
12210362 – 3EA06
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gunadarma
Email: emilia_putry26@yahoo.co.id

1.Abstrak
Seiring dengan dengan kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi.Yaitu bahwa kebutuhan akan motor dan mobil yang semakin meningkat. Pada satu sisi hal ini akan mengakibatkan terjadinya persaingan harga dari setiap produsen motor akan tetapi persaingan tesebut tidak sebanding dengan tingkat pendapatan konsumen atau yang biasa disebut dengan daya beli konsumen. Maka dari itu timbulah yang namanya sebuah pembelian yang dapat dilakukan secara kredit.
Pada dasarnya Pihak swasta atau leasing adalah suatu fasilitas kredit yang memudahkan masyarakat untuk memiliki kendaraan bermotor atau barang elektronik yang mereka inginkan.

                              
2.Pendahuluan

        2.1.Latar belakang masalah
 
Seiring dengan bertambahanya kebutuhan masyarakat akan alat transportasi pribadi. Terutama pada alat transportasi motor yang semakin meningkat.inilah data yang didapatkan pada tahun 2010 dimana, Motor Kencana Indonesia (YMKI) menorehkan peningkatan penjualan tahun 2010. Sampai dengan bulan Desember 2010, produk motor Yamaha sudah terjual hampir 3 juta unit. Catatan peningkatan penjualan ini dilakukan dari bulan Januari sampai November 2010. Dari data penjualan dari YMKI, sampai saat ini motor yang sudah terjual berjumlah 3.078.272 unit. Ini artinya ada peningkatan penjualan mencapai 28,27 persen dari penjualan Yamaha pada periode yang sama pada tahun lalu yang hanya membukukan penjualan 2.400.095 unit motor.
        

     2.2.Batasan Masalah

Dalam hal ini masalah yang diangkat oleh penulis ini ada dua hal yaitu:
1.Apa yang menjadi alasan bagi konsumen dalam membeli motor secara kredit
2.Apa kelebihan dan kekurangan dalam membeli motor secara kredit


    2.3.Tujuan Penulisan
Berdasarkan masalah yang diangkat oleh penulis dalam riset ini, maka tujuan dari dilakukannya  penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menjadi alasan konsumen dalam melakukan pembelian motor secara kredit.

3.Tinjauan Pustaka

3.1.Pengertian perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhi

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.
Faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk adalah:
a.Faktor Sosial
-Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil.
- Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian
- Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi.
b.Faktor Personal
-Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk.
- Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut.
-Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri.
- Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya.
-Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli.
c.Faktor Psychological
-Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan.
-Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia.
-Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
- Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
d.Faktor Cultural
- Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah.
- Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya.
3.2.pengertian kredit
Berdasarkan Pasal 1 (11) UU NO.10/1998.Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.


Menurut THOMAS SUYATNO, 1998.Kredit ialah penyediaan uang, atau tagihan-tagihan yang dapat disamakan dengan itu berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam antara bank dan lain pihak dalam hal, pihak peminjam berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam beserta bunganya sesuai dengan kesepakatan kredit merupakan saat dimana seseorang memberikan jasa atau komoditas atas "janji untuk membayar", bukan pembayaran yang sesungguhnya.

3.3. Syarat dan Proses Kredit Motor

         
Syarat Pengajuan Kredit

        - Kredit Perorangan
          Syarat pengajuan kredit perorangan adalah:
          - Fotocopy KTP pemohon & suami / istri / penjamin
          - Fotocopy kartu keluarga
          - Data lain (hanya jika diperlukan)

        - Kredit Perusahaan
           Syarat pengajuan kredit perusahaan adalah:
           - Fotocopy akte pendirian & perubahannya
           - Fotocopy pengesahan kehakiman
           - Fotocopy SIUP, NPWP, SITU / Domisili                                                   

           - Fotocopy KTP direksi & komisaris

 
Proses Kredit Motor

 Berikut adalah proses kredit motor Honda melalui kami:
 1. Anda menghubungi sales kami atau sales kami menghubungi anda melalui nomor telp yang anda berikan.
 2. Sales kami akan mengkonfirmasi motor pilihan anda, DP dan angsuran yang anda mau.
 3. Sales kami akan mengkonfirmasi waktu dan tempat untuk pelaksanaan survey dari pihak leasing.
  4. Surveyor kredit dari pihak leasing akan mendatangi anda untuk proses survey.
  5. Pada saat anda disurvey, anda akan mengisi berkas kredit. Disini juga adalah kesempatan anda bertanya cara pembayaran angsuran. Tidak ada pembayaran apapun saat survey.
   6. Surveyor akan memberi kami hasil survey dalam jangka waktu 1-2 hari setelah survey.
   7. Untuk unit yang ready stock, barang dapat dikirim dalam 1-2 hari setelah kami mendapat ACC dari leasing. Apabila alamat anda tinggal sekarang berbeda dengan alamat anda di KTP (contoh: kontrak) maka survey akan dilakukan di alamat anda sekarang.

  3.4. Keuntungan

Keuntungan dari pembelian yang dilakukan secara kredit Cukup dengan menyediakan uang muka, dengan proses yang cepat, maka Anda dapat segera memiliki kendaraan tersebut. Pengeluaran dana lebih terencana dengan kepastian jumlah angsuran bulanan, maka pengeluaran anda tiap bulan akan lebih terencana. Meskipun Anda telah membeli kendaraan, Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan lainnya.
4. Metodelogi Penelitian    

     Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat dari faktor biaya atau besarnya pendapatan konsumen itu sendiri dan bisa juga terjadi karena faktor pengaruh dari penjual (konsumen) tersebut. Faktor biaya, faktor inilah yang menjadi faktor utama bagi konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit. Selain itu ada sebagian konsumen yang memang. tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih melakukan pembelian secara kredit karena ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Sehubungan dengan masalah biaya maka kebanyakan konsumen yang melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai penghasilan kelas menengah. Sedangkan pengaruh dari produsen itu sendiri biasanya terjadi pada saat konsumen sudah punya cukup uang untuk melakukan pembelian secara tunai
5. Pembahasan

       Alat transportasi pribadi bukanlah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Tetapi peningkatan kebutuhan setiap individu akan alat transportasi pribadi terus meningkat karena seiring dengan perkembangan zaman.Namun hal ini tidak seimbang dengan peningkatan pendapatan masyarakat pada umumnya.

      Oleh karena itulah muncul sebuah penawaran program pembelian kendaraan bermotor yang dapat dilakukan secara kredit.

       Dalam hal ini faktor biaya yang terbatas merupakan salah satu alasan terbesar konsumen dalam membeli kendaraan secara kredit, dimana masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi konsumen selain membeli kendaraaan.

Seperti yang kita ketahui sebagaimana pembelian yang dilakukan secara tunai jauh lebih menguntungkan dan lebih aman di bandingkan dengan pembelian secara kredit. Namun, apabila anda tidak mempunyai cukup dana untuk melakukan pembelian secara tunai maka tidak ada salahnya melakukan pembelian secara kredit. Tetapi, anda harus bias menyesesuaikan dengan kebutuhan dan pengeluaran Anda per bulannya sebelum mengambil keputusan ini.

      Namun, harus diperhatikan juga mengenai kemungkinan yang terjadi untuk kedepannya, misalkan kemungkinan terburuk seandainya kepala keluarga tidak mampu lagi untuk melanjutkan cicilan tersebut, kira-kira siapa yang akan meneruskan pembayaran cicilan berikutnya. Apabila sudah dipertimbangkan secara matang maka perhatikan mengenai bunga cicilannya. Agar besarnya harga yang anda cicil nantinya tidak terlalu jauh lebih mahal dari harga  pembelian. secara tunai, maka sebaiknya pilihlah jangka waktu kredit paling pendek, maksimal 15 bulan saja.

     Untuk mendapatkan kredit motor, pihak leasing akan mencari data tentang nasabahnya, melihat bagaimana kemampuan nasabahnya membayar .  Apabila Anda seorang pengusaha, maka yang dilihat dari diri pengajuan Anda adalah laporan hasil usaha dan arus kas tiap bulannya. Bagi karyawan, Pihak leasing akan melihat dari slip gaji, status karyawan di perusahaan tersebut, dan sudah berapa lama karyawan tersebut telah bekerja di perusahaannya. Selain itu, pihak leasing juga mensyaratkan uang muka yang biasanya 10% s/d 15% dari nilai motor. Semakin besar uang muka yang dibayarkan akan semakin baik. Nah, apabila dari semua syarat-syarat di atas anda sudah terpenuhi, maka kredit yang anda ajukan relatif lebih mudah untuk mendapat ACC dari pihak leasing.

6. Kesimpulan

     Jadi pada dasarnya kebutuhan akan alat transportasi pribadi akan terus mengalami kenaikan. Tetapi hal ini tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan yang dimiliki oleh masyrakat pada umumnya yang mana pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja.

Dengan terbatasnya dana yang dimiliki oleh masyarakat,maka munculah program pembelian secara kredit yang ditawarkan oleh pihak swasta atau pihak leasing.

Keuntungan dalam melakukan pembelian secara kredit, kita tidak harus memiliki uang dalam jumlah tunai untuk memiliki motor. Namun, agar tidak memperoleh kerugian yang besar ingat ambilah jangka waktu kredit paling pendek, agar jumlah total cicilan kita nantinya tidak jauh berbeda dengan harga bila kita beli secara tunai.



7. Daftar Pustaka

http://www.motodream.net/content/read/sampai-desember-2010-penjualan-motor-yamaha-naik-2827-persen/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

                                                                                 













Minggu, 06 Januari 2013

kenapa konsumen memilih blackberry

kenapa konsumen memilih blackberry Pada era sekarang ini hasrat konsumen dalam menentukan pilihan sangat beraneka ragan ,pasar selalu menawarkan jenis-jenis produk dengan fitur canggih sehingga konsumen di bingungkan dengan pilihannya. Sekarang dimasa yang sudah modern ini banyak sekali ramaja yang khususnya mahasiswa lebih cenderung atau lebih banyak yang menggunakan hp atau smarthphone yaitu blackberry dengan keunggulan utamanya adalah Blackberry Messenger. Dan yang saya gunakan adalah smartphone merek BlackBerry tipe 9300 atau Gemini 3G. kenapa saya memilih ini? Karena dengan 3G maka akses internetnya lebih cepat disbanding BlackBerry saya terdahulu yang Gemini biasa. Selain itu fitur-fiturnya yang sangat banyak di dalam app world untuk kita mendownload berbagai macam aplikasi menarik dan dengan keypad QWERTY membantu dalam memudahkan pengetikan. Dan juga dengan OS6 serta 2 megapixel kamera yang menghasilkan gambar yang jernih.dan mempunyai internal memory dan eksternal memory. Mengapa saya tidak memilih contoh merek lain misalnya nokia? Karena walaupun nokia memiliki fitur yang canggih dengan design menarik dan simple namun dibanding nokia BlackBerry lebih menarik apalagi lebih bisa bersosialisasi dengan teman-teman melalui BBM apabila samasama menggunakan smartphone tersebut. Apabila teman atau kerabat tidak memiliki BlackBerry untuk BBM-an tetapi kita juga bisa terhubung dengan smartphone android maupun iphone melalui aplikasi line maupun whatsapp terutama bagi pengguna android dan Iphone. catatan:demikianlah paparan alasan perilaku kosumen memlih blackberry dan saya disni tidak menjatuhkan produk tertentu disni hanya membuat tugas yang diberikan oleh dosen untuk memenuhi nilai saya.

Kamis, 11 Oktober 2012

Mengapa produsen melakukan segmentasi pasar?


Alasan mendasar perusahaan melakukan segmentasi pasar adalah, karena konsumen memiliki perbedaan kebutuhan dalam setiap produk dan oleh sebab itu konsumen akan memberikan reaksi yang berbeda untuk setiap produk yang ditawarkan kepadanya. Dalam banyak kasus, perusahaan dapat memperoleh manfaat maksimum dengan mengembangkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan segmen pasar tertentu dibanding dengan memperkenalkan satu jenis produk untuk konsumsi massal. Dalam pengaplikasian segmentasi pasar, diperlukan dua komponen dasar, yaitu strategi dan analisis. Strategi pasar dimaksudkan untuk mengarahkan kegiatan pemasaran pada segmen yang dipilih atas dasar kebutuhan dan karakteristik tertentu. Sedangkan analisis segmentasi pasar dimaksudkan untuk menentukan target atau sasaran pasar pada segmen yang dipilih. Ini berarti strategi dan analisis harus ditentukan lebih dulu sebelum strategi pemasaran dapat dilaksanakan. Selain itu, manfaat lain yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.  Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.  Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
6.  Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
7.  Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
8.  Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
9.  Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.

Rabu, 18 April 2012

Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Dalam Berbagai Aspek

PENGARUH KETAHANAN NASIONAL DALAM BERBAGAI ASPEK

PENGARUH KETAHANAN NASIONAL DALAM BERBAGAI ASPEK

1. Pengaruh Ketahanan Nasional pada Aspek Idiologi
Idiologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam idiologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang di cita – citakan oleh bangsa. Keampuhan idiologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Suatu idiologi bersumber dari suatu aliran pikiran atau falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
a. Liberalisme (Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal socienty) yang disusun atas kontrak Semua orang (individu) dalam masyarakat (kontaksional). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan.

2. Pengaruh Ketahanan Nasional pada Aspek Politik
Politik berasal dari kata politik yang mengandung makna kekuasaan (pemerintah) dan atau politik yang berarti kebijaksanaan. Di indonesia, kita tidak memisahkan politik dari policik. Hubungan ini tercermin dari pemerintah yang berfungsi sebagai penentu kebijaksanaan dan ingin mewujudkan aspirasi semi tuntunan masyarakat. Karena itu, kebijaksanaan pemerintah negara harus serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.

3. Pengaruh Ketahanan Nasional pada Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang menjadi produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa, dan dengan usaha meningkatkan, taraf hidup masyarakat. Sistem perekonomian bangsa indonesia mengacu pada pasal 33 UUD 1945, yang menyebutkan bahwa sistem perekonomian indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Secara makro, sistem perekonomian indonesia dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan. Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari luar.

4. Pengaruh Ketahanan Nasional pada Aspek
Sosial Budaya Pengertian sosial pada hekekatnya pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengadung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan, solidaritas yang merupakan kekuatan pedukung penggerakan kehidupann fokus budaya dapat berupa nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan – gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerakan kehidupan. Kebudayaan di ciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkuangan alam , lingkungan psikologis, lingkungan sejarah. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dapat di pengaruhi oleh budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. Kebudayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya – budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian di terima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa ada unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainya. Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan indonesia. Indentitas bangsa indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat – sifat dasar.

5. Pengaruh Ketahanan Nasional pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertahanan keamanan Negara RI di laksanakan dengan menyusun, mengerahkan, menggerakan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi. Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secar nasional merupakan salah satu fungsi utama dari pemerintah dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai inti pelaksana guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia. Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang di landasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil – hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman. Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup;
a. Struktur kekuatan.
b. Tingkat kemampuan.
c. Gelar kekuatan.

6. KESIMPULAN
Dengan melihat dari contoh kasus dan pengaruh ketahanan nasional pada aspek Idiologi, Politik, Ekonomi, sosial dan budaya, maupun Pertumbuhan dan Keamanan Wilayah Indonesia maka dapat ditarik kesimpulan, yakni: Jika Ketahanan Nasional suatu bangsa tercapai maka tujuan nasional bangsa tersebut tidak hanya menjadi cita-cita belaka tetapi dapat terwujud.

Rabu, 04 April 2012

Implementasi Wawasan Nusantara dalam Bidang Ekonomi

Implementasi Wawasan Nusantara dalam Bidang Ekonomi

Setiap bangsa mempunyai wawasan nasional yang merupakan visi bangsa tersebut untuk menggapai cita-citanya menuju masa depan. Adapun wawasan nasional Bangsa Indonesia adalah Wawasan Nusantara, sebuah konsep yang diperkenalkan oleh pemerintahan Orde Baru sebagai identifikasi Bangsa Indonesia.

Menurut ketetapan MPR tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, wawasan nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 yang berarti cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Implementasi atau penerapan wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh.

Dalam bidang ekonomi, implementasi wawasan nusantara akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Di samping itu, juga dapat mencerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antar daerah secara timbal balik serta kelestarian sumber daya alam itu sendiri.

Prinsip-prinsip implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi yaitu :

1) Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.

2) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah masing-masing dalam pengembangan kehidupan ekonominya.

3) Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.

Contoh implementasi wawasan nusantara dalam bidang ekonomi diantaranya dengan menyeimbangkan Keuangan Pusat dan Daerah dengan keluarnya Undang-Undang No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah. Pembagian keuangan yang semula hampir 80% anggaran daerah harus menunggu didatangkan dari pusat, padahal 90% hasil-hasil daerah diserahkan pada pemerintahan pusat, kini pada UU tersebut diubah menjadi :

1) Hasil Pajak Bumi dan Bangunan, 10% untuk pemerintah pusat dan 90% untuk daerah.

2) Hasil Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, 20% untuk pusat, 80% untuk daerah.

3) Hasil kehutanan, pertambangan umum dan perikanan, 20% untuk pusat dan 80% untuk daerah.

4) Hasil minyak bumi, 85% untuk pusat, 15% untuk daerah dan gas alam, 70% untuk pusat dan 30% untuk daerah.

Bahkan, porsi daerah ditambah lagi dengan adanya “Dana Alokasi Umum” yang dialokasikan untuk daerah-daerah dengan perimbangan tertentu, yang jumlah totalnya adalah 25% dari penerimaan dalam negeri APBN, sebagai perimbangan. (Dikutip dari berbagai sumber)

SUMBER : http://achmadsaerozi.wordpress.com/2010/04/05/implementasi-wawasan-nusantara-dalam-bidang-ekonomi/